Senin, 02 Oktober 2017

Batik Parang - Motif Tertua Tanah Jawa

Batik parang adalah motif batik yang dipercaya motif tertua asal Jawa dengan kekhasan motifnya berbentuk S yang menyambung dan berulang-ulang. Batik parang ini memiliki alur diagonal sebesar 450. Sesuai namanya, batik Parang berasal dari kata “pereng” diambil dari nama senjata perang yaitu mata parang yang berbentuk S. Kita dapat melihat huruf S tersebut  dari motif batik parang. Symbol mata parang tersebut mempunyai hubungan dengan makna motif batik parang ini.
Pada awalnya, batik ini hanya boleh dipakai oleh raja, penguasa dan ksatria. Batik ini juga disebut sebagai batik larangan yang artinya tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa pada jaman Kerajaan Mataram Kartasura (Solo). Batik Parang diciptakan pertama kali oleh Raja Danang Sutawijaya (Raja ketiga Mataram). Ia mendapatkan inspirasi dari deburan ombak yang membuat lubang-lubang pada karang yang disebabkan oleh ombak tersebut.
Dilihat dari filosofi bentuk karang tersebut, makna dari motif batik parang ini yaitu memiliki mental yang kokoh, kebijaksaan, dan juga konsistensi dalam kebaikan yang harus dilakukan dalam hidup. Motif batik parang yang cukup dikenal di masyarakat luas ada lima. Kelima jenis tersebut adalah Parang Rusak, Parang Barong, Parang Klitik, Parang Kusumo dan Parang Siobog.
Makna Batik Parang
Sebelum membahas jenis batik Parang, marilah kita telaah makna filosofis dari motif batik yang terkenal berikut ini. Makna pertama yaitu “kekuatan mental yang kokoh”. Makna tersebut dapat kita lihat dari inspirasi raja Danang Sutawijaya yang mendapatkan ide dari ombak dan karang. Ombak yang telah membuat alur pada karang tersebut menggambarkan kekuatan mental yang kokoh. Karang yang kita ketahui sangatlah keras dan terlihat tidak dapat dibentuk akhirnya beralur karena terjangan ombak yang tiada hentinya. Hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa sesusah dan serumit apapun masalah atau situasi yang kita hadapi dalam hidup, kita dapat menjalaninya dengan tabah dan tidak mudah menyerah. Tidak berhenti mencoba juga diharapkan untuk dimiliki oleh semua orang.
Makna kedua dari motif batik parang ini adalah kebijaksanaan dan keadilan. Hal ini dilihat dari motif geometris dilihat secara diagonal. Motif tersebut terdiri dari dua bagian yaitu gareng (lengkungan) juga minjon (yang ada di ujung setiap gareng). Motif lengkungan, mari kita ingat “Gareng”. Kita ketahui semua, Gareng adalah salah satu tokoh pewayangan yang dikenal dengan kebijaksanaan sebagai simbolnya. Tokoh Gareng ini juga dikenal dapat melihat dunia dari berbagai pandangan sehingga ia dipercaya dapat menyelesaikan masalah dengan adil bijaksana tanpa berat sebelah dan dapat diterima oleh semua pihak. Sedangkan mlinjon adalah gambaran dari celah tebing yang terkikis ombak. Kita ketahui ombak terus menerus menerjang karang dan sedikit demi sedikit membuat celah di antara karang. Dari antara celah tersebut muncullah kehidupan baru. Karena itulah, mlinjon dalam motif batik parang disimbolkan sebagai kehidupan baru.
Makna ketiga dari batik Parang ini adalah konsistensi dalam kebaikan dalam hidup. Bentuk motif batik Parang yang saling berkesinambungan tidak terputus menunjukkan kehidupan yang tidak pernah putus, selalu menunjukkan usaha untuk memperbaiki diri, melakukan kebaikan dalam hidup dan menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan. Menjaga hubungan dengan alam, manusia dan Tuhan, kita membutuhkan kebaikan yang tulus dalam hati agar hubungan tersebut selalu berjalan dengan baik.
Jenis Motif Batik Parang
Batik Parang Rusak
Motif batik Parang Rusak ini pertama kali ditemukan oleh pendiri Keraton Mataram Kartasura, Panembahan Senopati yang mendapatkan inspirasi dari jajaran pegunungan seribu yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa yang apabila dilihat secara seksama terlihat seperti barisan tebing. Motif ini dianggap sacral oleh karena itu, hanya boleh dipakai oleh para prajurit pada jaman keratin dulu. Dilihat dari hal tersebut, motif ini melambangkan keberanian manusia dalam memerangi kejahatan.
Batik Parang Barong
Motif batik Parang Barong ini berasal dari kata batu karang dan barong yang berarti singa. Motif ini memiliki ukuran yang lebih besar. Awalnya, motif ini diciptakan ketika Sultan Agung Hanyakrakusuma ingin mengekspresikan dirinya sebagai seorang raja dengan penuh tanggung jawab besar dan seorang yang sangat kecil di hadapan Tuhan. Batik ini hanya boleh dikenakan oleh raja. Dilihat dari hal tersebut, makna motif ini melambangkan kehati-hatian dan pengendalian diri seorang raja.
Batik Parang Klitik
Motif batik Parang Klitik memiliki motif dengan stilasi yang lebih halus dibanding parang rusak. Bentuknya lebih sederhana dan ukuran lebih kecil. Motif ini menggambarkan citra feminim yang lembut. Bentuk ini menunjukkan perilaku halus dan bijaksana. Pada jaman dahulu, batik ini dikenakan oleh para putri raja.
Batik Parang Kusumo
Motif batik ini berasal dari dua suku kata, yaitu Parang yang berarti lereng dan Kusumo yang berarti bunga. Pada jaman dahulu, motif batik ini hanya boleh dikenakan oleh keturunan raja dalam keraton. Sekarang ini, motif batik ini digunakan pada saat tukar cincin sebagai perlengkapan. Makna yang terdapat dalam motif ini, hidup harus dilandasi oleh keharuman lahir batin seperti bunga. Bagi orang Jawa, keharuman yang dimaksud adalah keharuman batin dan perilaku yang berarti menjaga pribadi dan menjalankan norma-norma yang ada agar bisa menjaga diri agar terhindar dari bahaya.
Batik Parang Siobog
Motif batik ini, dahulu dipakai pada setiap upacara pelantikan pemimpin. Hal ini disimbolkan sebagai bentuk harapan agar pemimpin yang sedang dilantik dapat mengamalkan keteguhan, ketelitian dan kesabaran selama menjabat atau mengemban tugasnya. Selain itu, parang siobog juga dipakai ketika pemakaman raja. Hal ini dipercaya sebagai penghantaran arwah agar mendapatkan kelancaran dalam perjalanan menuju surga atau menuju Tuhan yang Maha Kuasa.
Nah jadi itulah tadi sedikit cerita tentang motif batik Parang. Apakah anda suka dengan motifnya? Atau mungkin Anda tertarik dengan maknanya? Yang jelas kita sebagai orang Indonesia harus cinta dengan batiklah ya. Salam!


EmoticonEmoticon