Jumat, 17 Februari 2017

Panduan Untuk Haji dan Umroh

Tags

Sebelum menjalankan ibadah haji atau umroh, Anda perlu belajar panduan untuk haji dan umroh yang benar. Sehingga tidak salah dan ibadah Anda di tanah suci diterima oleh Allah SWT. Belajar tentang tata cara, bacaan dan do’a yang ada di dalam serangkaian ibadah yang dijalankan saat haji atau umroh. 

Umumnya, biro travel perjalanan haji dan umroh mengadakan manasik beberapa kali untuk membina para jamaah agar bisa melaksanakan Haji atau Umroh dengan tertib dan menurut Anjuran Rasulullah. Ikuti saja semua kegiatan yang diadakan oleh biro travel tersebut dan berlatihlah sampai bisa melaksanakan semua tata cara umroh atau haji dengan benar. Anda juga perlu mempersiapkan fisik supaya kuat menjalankan aktivitas fisik selama haji dan umroh. 

foto:menatahidup.com
Inilah Panduan untuk Haji dan Umroh
Ada beberapa hal yang termasuk dalam panduan untuk haji dan umroh. Berikut ulasannya:
Tata Cara Umroh
•    Mengenakan pakaian ihram di Miqot : Yalam-lam, Biir Ali dan lainnya. Harus menjalankan mandi sunah mengenakan pakaian ihram dan niat ihram umroh.
•    Melaksanakan Thawaf di Masjidil Haram sebanyak 7 kali putaran, mulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad juga.
•    Menjalankan Sa’i dari bukit Shafa ke Bukit Marwa sebanyak 7 kali perjalanan.
•    Melakukan tahalul di Bukit Marwa, boleh memotong seluruh rambut atau sebagian saja. 

Tata cara ibadah Haji
•    Memakai pakaian ihrom di penginapan atau tempat yang dianjurkan oleh pemandu Anda. Sebelum menggunakan ihram, dianjurkan untuk mandi sunnah dan niat mengenakan ihram haji.
•    Mabit di Mina, berdiam diri di Mina mulai dari dzuhur sampai subuh dengan memperbanyak do’a dan dzikir.
•    Wukuf di Padang Arafah dari dzuhur hingga magrib.
•    Mabit di Muzdalifah yakni bermalam disana dar Isya’ sampai subuh.
•    Melempar Jumroh di Mina melontar Jumroh Aqobah dimulai sejak matahari terbit.
•    Tahallul pertama di Mina mencukur sebagian rambut atau seluruhnya. Boleh melakukan apa yang sebelumnya dilarang saat ihram terkecuali melakukan hubungan suami istri.
•    Menyembelih hewan kurban di Mekkah bagi yang mampu.
•    Thawaf Ifadhoh dilaksanakan di Masjidil Haram
•    Sa’i dari bukit Shafa ke Bukit Marwa sebanyak 7 perjalanan.
•    Tahallul kedua di Marwa, boleh melakukan larangan ihram.
•    Lontar Jumroh Ula, Wusto dan Aqobah di Mina pada Ba’da Dzuhur.
•    Melemparkan Jumroh Ula, Wusto dan Aqobah di Mina Ba’da Dzuhur (Nafar Awal).
•    Melontarkan jumroh Ula, Wusto dan Aqobah di Mina pada Ba’da Dzuhur (Nafar Tsani).
•    Saat ingin meninggalkan Mekkah melaksanakan Thawaf Wada di Masjidil Haram sebanyak 7 kali putaran tanpa sa’i.

Itulah panduan untuk haji dan umroh yang bisa Anda pelajari dan dijadikan sebagai pengetahuan.


EmoticonEmoticon