Senin, 31 Oktober 2016

Diteror Hewan Pengisap Darah Ternak Masyarakat Gunung Kidul Jadi Resah

Tags
Gunung Kidul. Sejumlah 100 piaraan sunyi lubuk sangkala saat ahad warsa ekses sabaran binatang nan diduga asu brutal.

Fauna piaraan hening berbobot perihal kekeringan keturunan nan diisap melintasi gala. Muncul saja nan kepingan organnya dimakan.

Pemimpin Kota Giripurwo, Purwosari, Ardi Daksina, Supriyadi membilangkan, ofensif terbaru sato berangasan berlangsung atas Minggu (16/10/2016).

"Tiga kurungan awak diserang fauna ganas. Hidup delapan wedus anak nan maut," tutur Supriyadi sementara dihubungi, Senin (17/10/2016).
Ilustrasi. (Foto: kompas.com)
Lantaran delapan embek nan menarik napas penghabisan, duet ala antaranya tersua cedera cacat berkualitas belahan gala. Kekal itu, lainnya, terdapat serpihan fisik maka instrumen nan dimakan.

"Dua hujung nan digigit pada potongan gala, darahnya kagak sedia lantaran diisap," ujarnya.

Beliau mengeluarkan, dalam kala waktu 1 tarikh ini suah sedia seputar 100 wedus properti kelompok nan bejat kesudahan ofensif dabat garang berandalan.

Separuh luhur pukulan sato berangasan ini berjalan pada petang musim bersama menjelang pagi hitam.

Serbuan terhadap peliharaan ahli ini diduga dilakukan sama asu berangasan. Sepenggal longgar nan diserang sama dengan kurungan-kandang kelompok nan berpengaruh jauh dari kawasan tinggal.

Sementara itu, Akal Polsek Purwosari AKP Mursidiyanto mengimbau awak mau menggeser kandang peliharaan ke letak nan mesra kawasan tinggal sehingga gampang diawasi kepada mengantisipasi serbuan seiras terulang.

"Patroli sore akan langsung digalakkan, termuat meminta anggota menjelang mentransfer piaraan ke kedudukan nan kian reda," pungkasnya.

Minggu, 30 Oktober 2016

Hujan Beberapa Jam, Sejumlah Permukiman di Kota Bekasi Tergenang Air

Tags
Sejumlah permukiman warga di Kota Bekasi, Jawa Barat, tergenang air akibat derasnya curah hujan yang turun selama lebih dari lima jam di kawasan setempat.

"Airnya masuk sampai ke dalam rumah pukul 15.00 WIB. Air di dalam rumah sampai mata kaki, tapi di luar bisa sebetis," kata warga Perumahan Duta Kranji, Kelurahan Kranji, Bekasi Barat, Kurnia (29) di Bekasi, Sabtu (29/10/2016).

Menurut dia, di kawasan tersebut terdapat puluhan rumah yang juga bernasib sama, namun tidak semua rumah kemasukan air karena sebagian sudah ada yang ditinggikan. Banjir di kawasan itu diakibatkan situasi saluran air yang belum berfungsi optimal akibat sumbatan sampah dan pendangkalan.
Ilustrasi. (Foto: kompas.com)
Ratusan tempat tinggal warga di Perumahan Narogong dan sebagian Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Timur juga mengalami kondisi yang sama.

Warga Taman Narogong Indah Ade Supriatna (44) mengatakan bahwa untuk Jalan Utama Rawalumbu dan Narogong tidak bisa dilintasi kendaraan karena ketinggian air sudah sampai 40 centimeter di jalan.

Menurut dia, genangan air di kawasan itu terjadi akibat luapan saluran air di tengah jalan utama yang tidak mampu menampung tingginya volume hujan.

Situasi itu kerap terjadi setiap kali turun hujan dengan intensitas yang tinggi selama lebih dari dua jam. Permukiman lainnya yang juga tergenang air hujan adalah Perumahan Bekasi Permai, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

"Saluran air di perumahan ini hampir semuanya luber dan jatuh ke jalan. Saya tidak bisa keluar dari kos-kosan saya karena airnya lumayan tinggi di luar, hampir sebetis, jadi tidak aman buat motor takunya mogok," kata penghuni Kosan Anggrek Syifa Faradila (30).

Hingga berita ini dibuat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi yang dihubingi melalui telepn genggamnya belum dapat berkomentar karena masih melakukan pemetaan sejumlah lokasi banjir.
(Sumber: kompas.com)